Posted on September 3, 2009 by arifismanto
Beberapa pertanyaan sahabat yang mengutarakan kekecewaan karena pasangan hidup.
Saya jawab:
Jodoh pasti akan datang!
Mari kita sambut pasangan kita
yang bagai bidadari dan pangeran!
Ayo kita sambut!
Mari kita siap-siap!
Filed under: pendidikan, psykologi | Tagged: pasangan ideal | 1 Comment »
Posted on February 28, 2009 by arifismanto
Nah ini nih yang tidak diketahui anak. Kenapa kadang orang tua melarang anaknya pulang larut malam. “Karena takut terjadi apa-apa” gitu kata orangtuanya.
Tapi kita sebagai anak merasa terkekang. Merasa dibatasi. Pergaulan ditutup.
Filed under: psykologi | Tagged: keintiman | 9 Comments »
Posted on February 9, 2009 by arifismanto
Ini nih salah satu yang sering diinginkan laki-laki dari perempuan. Yaitu ingin agar pasangannya itu memiliki daya magic dan daya magnet. Tentunya daya magnet yang membuat laki-laki tertarik secara personal privat individual bukan secara fisik semata.
Filed under: psykologi | Tagged: keinginan laki-laki | 21 Comments »
Posted on January 26, 2009 by arifismanto
“Perempuan adalah makluk lemah”
“Perempuan adalah mahluk sensitif”
Kata orang.
Siapa bilang perempuan adalah mahluk lemah? Justru dari sudut kelemahan itulah keunggulan perempuan. Dari anggapan orang bahwa perempuan lemah justru adalah kelebihannya. Seandainya semua orang kuat semua maka tidak akan harmonis.
Filed under: psykologi | 16 Comments »
Posted on January 2, 2009 by arifismanto
Salah satu permasalahan orang tua yang memiliki anak kecil adalah susah mengasih makan ke anak. Anak ga mau makan. Dibelikan makanan mahal, roti mahal, nyatanya anak tetap ga mau makan. Susah banget, padahal sudah dikasih telor, susu atau apalah yang mengandung protein tinggi. Kalau menurut kacamata orang dewasa siapa sih yang ga mau dikasih telor [...]
Filed under: psykologi | Tagged: anak susah makan | Comments Off
Posted on December 25, 2008 by arifismanto
Jatuh cinta untuk kesekian kalinya?? Wow perasaan yang Indah dan indah sekali. Menyenangkan. Luar bisa. Serasa hidup di dunia lain yang baru. Yang hanya berisi keindahan dan keindahan dan kesenangan serta penuh dengan gairah. Menyalakan semangat untuk hidup kembali. Seakan-akan seperti rumput yang tersiram air hujan. Akan hijau kembali. Segar. Dahaga hilang seketika. Itulah cinta.
Filed under: psykologi | 35 Comments »
Posted on December 13, 2008 by arifismanto
“Menimang bayi yang lucu dan sehat?Ih bikin kangen aja”
Kalau sudah ada pernyataan seperti itu dalam diri pembaca maka sekaranglah saatnya untuk memberi si sulung adik kecil.
Hm………(angguk-angguk)
Bayi dalam sebuah rumah tangga adalah sebuah anugrah yang harus disyukuri. Bayi adalah titipan yang kuasa agar dididik menjadi mahkluk yang patuh dan taat padaNya. Menjadi orang yang berguna bagi [...]
Filed under: psykologi | Tagged: adik bungsu, jangka waktu menyusui, menambah adik, menyapih | 2 Comments »
Posted on December 12, 2008 by arifismanto
Suatu ketika perasaan dendam dan benci menyelimuti diri kita. Kemana-mana merasa sakit. Kemana-mana kepikiran… terus. Kebayang orang lain yang telah menyakiti kita. Duh jan..rasanya gimana gitu. Dendam, kecewa, sakit hati, ingin mencabik, ingin membunuh, setiap waktu setiap detik yang terpikirkan adalah dia yang jadi musuh kita.
Filed under: psykologi | 5 Comments »
Posted on December 4, 2008 by arifismanto
Pikiran adalah pusat segala aktivitas. Dari pikiran bersumber segala ide dan kreatifitas. Dari pikiran, yang bisa membuat segalanya menjadi lebih bermakna. Dari pikiran ini pula kebahagiaan dan kesedihan berasal.
Orang akan mengatakan bahwa dia bahagia jika pikirannya bahagia. Dan orang akan mengatakan sedih jika pikirannya sedang sedih.
Sebagai contoh sederhana adalah seumpamanya suatu ketika jari telunjuk tangan [...]
Filed under: psykologi | Tagged: affirmasi, affirmasi pikiran, berpikir positif, buka pikiran, kebahagian pikiran, kedahsyatan pikiran, kekuatan pikiran, kemampuan pikiran, kesehatan pikiran, mindset, pengaruh pikiran, pikiran, pikiran positif, positif thingking, ubah mindset | Leave a Comment »
Posted on November 25, 2008 by arifismanto
Hati-hatilah mengajarkan sama anak pada umur 1-2 tahun. Kenapa? Pada masa ini adalah masa anak meniru. Segalanya ditiru. Entah itu baik, entah itu buruk segalanya ditiru. Itulah anak. Apa-apa pengin tahu dan ingin merasakan hal yang baru.
Filed under: psykologi | Tagged: masa meniru anak | 2 Comments »