MARI KITA TEBARKAN KEJAHATAN YUK

courtesy=blogspot.com

courtesy=photobucket.com

suatu cerita:
Pak Sigit baru saja beli mobil baru. Sebuah mobil honda jazz metalik. Sangat mulus lah. Mobil itu lewat depan rumah Pak Dendi yang kebetulan bersebelahan beberapa rumah.
“Uh tu…tukang pamer doank. Pasti hasil korupsi tu” kata pak Dendi

suatu cerita 2:
Pada waktu siang hari rumah Bu Ani kedatangan seorang pengemis yang berpakaian lusuh.
“Bu…kasihani aku bu…
“Ga..ga..pergi sana emangnya ini harta ga dicari sehingga diberi-berikan” hardik bu Ani

suatu cerita 3:
Suatu ketika di sebuah hotel. Seorang perempuan muda yang telah melakukan adegan yang tidak pantas yang bukan muhrimnya ditanya
“Kenapa kamu melakukan ini”
“Ah biasa aja kali…, hidup di kota kalau ga ada yang bisa dijual ya jual diri.
“Abisnya kita butuh makan..”jawab perempuan itu

suatu cerita 4:
Suatu keluarga sedang bertengkar karena masalah perekonomian.
“Pak,…uang kita sudah habis…cepat cari pak
“Ya bu…sabar..aku kan lagi berusaha mencari..
“Sabar..sabar.. buat apa yang penting kan makan bukan sabar” jawab ibu itu

suatu cerita 5:
Si Amran lagi pulang dari masjid. Bertemu temannya Sandy
“Man buat apa sih ke masjid. Sujud kayak gitu” tanya Sandy
“Ya ini kan ibadah kita minta kepada Allah.”
“Ah bulshit. Sampai jidatmu hitam karena sujud kamu tetap miskin, emangnya tuhan memberi” jawab Sandy
……???

******
Sepenggal cerita diatas adalah petikan dan inti dari sebuah pertanyaan-pertanyaan yang kadang muncul di kehidupan sehari-hari kita.

Banyak orang tidak tahu….
Banyak orang tidak mengerti…
Banyak orang tidak menyadari…

Hidup kita di dunia adalah sudah diatur olehNya
HIdup kita di dunia sudah ada yang memiliki.
Hidup kita dalam genggamanNya

Kita seakan melihat bahwa apa yang kita raih selama ini adalah hasil kerja keras kita. Apa yang kita dapatkan sekarang adalah karena pemikiran kita. Tidak ada campur tangan Tuhan sama sekali. Sehingga kita melupakan perintah Tuhan.

Perintah Tuhan adalah kita harus saling mengasihi sesama dan memberikan kebaikan kepada siapa saja.

“Ini semua adalah kemampuan saya. Orang lain pun tidak ada urusannya!!”

Pemikiran yang seperti ini kadang merasuki diri kita. Lumrah…dan wajar sekali.

Sungguh seandainya kita mencintai orang lain seperti mencintai diri kita sendiri kehidupan akan terasa damai dan tentram. Bagaimana tidak, yang diraih oleh orang lain adalah sama baiknya seperti yang kita raih. Kita merasa bahwa apa yang dimiliki orang lain adalah sama seperti yang diinginkan kita.

Maksudnya apa sih???#@%$
(Pembaca pasti merasa tidak nyambung dengan judul artikel ini)
Hehe…he..he..lanjutkan aja terus bacanya ya…

Maksudnya mari kita saling mencintai diri kita dan orang lain. Permusuhan
adalah pangkal kehancuran kita. Kita kadang merasa iri melihat kekayaan orang lain. Sehingga
yang ada dalam pikiran kita segala sesuatu yang negatif. Bahwa orang lain mendapatkan dengan cara tidak halal, korupsi,kolusi ‘ngingu babi ngepet’ dan sebagainya.

Cintailah orang lain sama seperti mencintai dirimu sendiri.

Jika orang lain sakit, rasakan jika kita yang ada di pihak dia. Merasakan sakit seperti dia. Tentunya kita berusaha untuk menolongnya. Begitu seterusnya. Mari kita tebarkan kebaikan untuk alam semesta ini, maka alam semesta akan memberikan segala keinginan kita.

Sama seperti judul di atas mari kita tebarkan kejahatan dan kekerasan serta ketidaknyamanan orang lain, maka siap-siap saja
kita akan dapat kejahatan pul
a
,

Dan kita harus yakin bahwa ketika kita dilahirkan kita juga tidak membawa apa-apa dan akan kembali juga tidak membawa apa-apa. Tuhan yang memberikan. Kenapa kita iri, kenapa kita congkak pada harta yang dititipkan kepada kita
Padahal…

bukankah harta itu yang memiliki adalah Tuhan? Pemilik akhir. Berpindah satu tangan ke tangan lain tapi tetap saja itu adalah ’sewa’ dari Tuhan.

Jadi, Tuhanlah yang maha kuasa. Bersabarlah jika saat ini tidak memiliki harta, dan bersyukurlan jika saat ini lagi mendapat harta. Dan jangan lupakan
bahwa yang kita dapatkan adalah karena kehendak Tuhan, maka sewajarnya kita menuruti firmanNya untuk berbagi dengan sesama.
Sehingga kebahagiaan di muka bumi akan tercipta.
Semoga!!

5 Responses

  1. Mari kita tebarkan kebaikan bagi sesama.:-)

    Sama maknanya dengan hukum “Tebar – Tuai”.
    Jika kita berbuat baik maka sesungguhnya kita berbuat baik pada diri sendiri, begitu juga sebaliknya.
    Siapa yang menanam maka ia akan memanen.:-)

    Jadi dirubah, menebar kejahatan diganti menebar kasih sayang dan kebaikan…

  2. Pasrah pada Yang Kuasa…

  3. Apa yang kita punya, kita nikmati dan syukuri agar semakin nikmat, tidak menjadi laknat. Salam silaturrahim, lama tidak berkunjung ke sini. Sehat-sehat ya mas

  4. Hai bro,

    Kapan nulis lagi…?
    Yuk kita berkolaborasi nulis atau berwirausaha…;-)

    Salam hangat,
    AR

  5. waaa pasti lagi sibuk niii…. sampe gak sempet posting hehehe…. idem ma aq mas…….

Leave a Reply