
courtesy=inmagine.com
Nah ini nih yang tidak diketahui anak. Kenapa kadang orang tua melarang anaknya pulang larut malam. “Karena takut terjadi apa-apa” gitu kata orangtuanya.
Tapi kita sebagai anak merasa terkekang. Merasa dibatasi. Pergaulan ditutup.
“Ih…nyokap ga gaul banget sih..Masa ga boleh pulang larut malam “
“Kalau aku mau ngelakuin yang gituan (maksudnya hubungan intim), aku akan melakukannya siang hari”
Nah lo…siapa nih yang salah dan siapa yang benar????
Orang tua melarang karena sudah pengalaman. Mereka sudah mengalaminya sehingga bisa mengatakan seperti itu.
Tapi anakpun ingin pengalaman yang lebih dan ingin merasa tidak dibatasi. Wajar.
Anak kurang tahu bahwa sebagian besar hubungan intim yang terjadi pada pertama kali yang dilakukan dengan perasaan berdosa umumnya terjadi pada waktu malam hari kisaran 10-12 malam.
Berdasarkan kata Jonathan Trisna (1987) dalam bukunya ‘Teman Hidup’ mengatakan bahwa keintiman akan semakin naik seiring waktu.
Jadi perasaan intim akan semakin meningkat manakala hubungan tersebut berjalan waktu. Alias semakin lama berkomunikasi yang dua arah maka semakin meningkat pula perasan intim.
Keintiman adalah perasaan dekat dan perasaan rela untuk menjalin hubungan dengan orang lain yang berbeda jenis dan mau menerima perlakuan orang lain tersebut yang saling menguntungkan tanpa perasan curiga tapi dengan perasaan senang.
Perjumpaan pertama keintiman akan berbeda dengan perjumpaan kedua atau ngedate ke dua. Keintiman tersebut akan naik.
Pada perjumpaan pertama rasa intim dari nol. Pada perjumpaan kedua rasa intim dimulai dari terakhir ngedate. Demikian pula untuk yang ketiga rasa intim tidak dari nol lagi tapi dari rasa intim terakhir yaitu ke dua. Jadi intinya keintiman seseorang akan semakin naik ketika seiring waktu.
Hal ini berarti pula jika semakin lama hubungan dilanjutkan, maka perasaan intim akan semakin dekat dan perasaan ingin berhubungan intimpun akan semakin besar.
Dan tingkat keintiman akan lebih cepat manakala ditempat sepi dibandingkan ditempat yang ramai dan ada aktivitas orang lain.
Nah lo…hati-hati yang suka ngedate di tempat sunyi sepi…akan lebih cepat rasa intim ini…
Kalau perasaan intim sudah sangat tingginya solusi terbaik adalah segera melegalkan hubungan tersebut. Tidak ada pilihan lain. Mencoba hal-hal yang sudah sangat mendesak tapi tidak dilegalkan akan membuat masalah dikemudian hari.
Tapi bagaimana bagi yang belum bisa melegalkan? Solusi terbaik untuk mengurangi rasa intim tidak ada pilihan lain adalah menjauh sementara dan melupakan segala kenangan. Tapi ini akan sangat berat pada pertama kali. Bahkan akan sangat menyakitkan dan kadang malah membuat semakin gila dalam bertindak.
Jadi kesimpulannya hati-hati dengan perasaan intim ini. Semakin lama hubungan dua arah berlanjut maka perasaan intim akan semakin tinggi. Bila sudah tidak kuat menahan perasaan intim segeralah melegalkan, tapi jika belum siap putuskan perasaan itu dari sekarang sebelum berkembang.



Perasaan intim sama hubungan intim sama nggak Mas?
Yah, kalau berdua-dua di tempat sunyi… yang ketiganya syaithonirrojim donk Maz…
Resikonya: ditangkap hansip!
Dan dipaksa melegalkan hubungan… [kebetulan, hehehe... karena dilarang ortu.]
Siip mas!
Lagian kalau malam hari setan lebih banyak menggoda
mas..agus..
Keduanya jelas saling mendukung. Perasaan intim akan memicu untuk berhubungan intim.
Hubungan intim jelas dianjurkan bagi yang sudah legal
‘intim’ tidak bisa selalu didefinisikan atau dilekatkan dengan ‘organ intim’ dan melulu masalah ‘ranjang’
saya setuju, bahwa komunikasi adalah faktor penunjang keintiman. kendala yang sering muncul bagi pasangan yang mantan pengantin baru, biasanya adalah kurang/ lemahnya komunikasi. padahal saling bicara, saling berkeluh kesah, bisa menjadi kunci semakin ‘intim’nya hubungan suami istri, dalam konteks filosofis bukan sekedar fisik belaka
salam kenal
makasih dah komen di blog saya
Saya juga setuju nA…
komunikasi yang paling utama. Sama seperti artikel yang dahulu berjudul komunikasi letoy…(baca artikel sebelumnya dech) dikatakan bahwa komunikasi adalah yang utama.
iya.. bagi para ortu, ngelarang pulang malem2, karena khawatir ajah.. jika anaknya laki2, takut ikut2an mabuk2an atau malah kriminal, kalo cewek, takut berbuat yang belom waktunya atau khawatir dijailin orang di jalan..mungkin jika nginep atau pulang pagi sekalian, gak terlalu masalah, asal jelas ajah.. gitu kali..
Hayoo…anak-anak muda yang sedang membaca blog ini,postingan ini sebagai masukan dan juga nasehat,Selain itu jangan lupa juga untuk Sholat…agar terhimdarkan diri dari berbuat zina.
Artikel yang bagus mas…:)
nga komen