ANAK GA MAU MAKAN… AJAK MAIN AJA PASTI JADI MAU DEH

courtesy=interiorhealth.ca

Salah satu permasalahan orang tua yang memiliki anak kecil adalah susah mengasih makan ke anak. Anak ga mau makan. Dibelikan makanan mahal, roti mahal, nyatanya anak tetap ga mau makan. Susah banget, padahal sudah dikasih telor, susu atau apalah yang mengandung protein tinggi. Kalau menurut kacamata orang dewasa siapa sih yang ga mau dikasih telor atau susu. Enak sekali…tapi untuk anak kok ga mau ya? Ada apa sih? Apa sebenarnya yang diinginkan anak?

Perlu diketahui oleh para pembaca : anak adalah suka main? Itu adalah sifat bawaan anak-anak. Dunia anak adalah dunia penuh coba-coba. Segalanya dicoba. Entah itu baik entah itu buruk dicoba.Setiap hari tugas utama adalah mengenali dunia ini dengan permainan. Penuh dengan canda dan tawa. Penuh kegembiraan anak.

Namun yang terjadi kadang orang tua malah melarang anak bermain dan berkreatifitas. Semisal dengan melarang anak bermain air, melarang anak bermain lumpur dengan memarahinya. Itu adalah orangtua betul. Adalah suatu pendidikan dengan membiarkan mereka mempelajari alam. Justru dengan bermain itu mereka mengetahui alam dengan sebenarnya bukan sebuah teori semata. (Tentunya disesuaikan dengan umur dan diawasi)

Kembali ke topik. Mengapa anak tidak mau makan? Hal ini bisa disebabkan berbagai alasan diantaranya:

  1. Makanan tidak enak atau tidak disukai. (Perlu untuk orang tua mengetahui yang disukai anak)
  2. Anak sudah kenyang. Hal ini menyebabkan anak sudah malas untuk makan
  3. Suka cemilan. Kadang dengan sama-nya menu makanan membuat anak bosen. Sehingga perlu variasi makanan
  4. Lain-lain….he he-)

Nah jika sudah semuanya sudah dilakukan tapi anak belum juga alias malas untuk makan perlu dicoba nih resepnya Bang Imung salah seorang trainer anak-anak dikota Satria. Tahu gak kota Satria? (kota Satria adalah nama lain kota Purwokerto) dalam sebuah acara talk show di kampus mengatakan bahwa dirinya juga susah kalau menghadapi anaknya terutama pas makan. Tapi kemudian tidak kehilangan akal dengan mencoba memuatar-mutarkan makanan seperti seolah-olah sedang dimakan macan

“Aa…aum macannya makan…”

“Macannya makan” (sambil memasukkan makanan ke mulut sendiri)

Hal seperti itu ternyata membuat perhatian anak. Anak jadi mengikuti cerita sehingga dengan raungan aum-aum macan perhatian anak jadi terpecah dan akhirnya makanan bisa masuk ke mulut. Hal sederhana tapi berefek luar biasa..

Jadi jangan salahkan makanan yang tidak mau dimakan oleh anak. Apalagi mencoba merayu anak dengan dibelikannya makanan yang serba mahal. Karena belum tentu itu yang diinginkan anak. Tapi coba variasikan mainan ke anak. Dengan mencoba seperti mainan makan ke dalam mulut harimau. Atau mainan lain (tak terbatas tergantung kreatifitas orang tua)

Coba saja kemungkingan besar anak akan mau makan. Yang jelas buat perhatiannya senang dan tertawa niscaya dia akan mau makan dan kita pun tidak kebingunan dengan ulah si anak.

Selamat beraksi menjadi anak-anak!!!