<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: CARA MENULIS (CERPEN)</title>
	<atom:link href="http://arifismanto.wordpress.com/2008/12/06/cara-menulis-cerpen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arifismanto.wordpress.com/2008/12/06/cara-menulis-cerpen/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Nov 2009 05:03:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: nae</title>
		<link>http://arifismanto.wordpress.com/2008/12/06/cara-menulis-cerpen/#comment-165</link>
		<dc:creator>nae</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 09:55:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://arifismanto.wordpress.com/2008/12/06/cara-menulis-cerpen/#comment-165</guid>
		<description>dari dulu pengin nulis, tapi kesampaiannya baru lewat diari....
pengin si.. dikirim, semua ceritaku tentang pengalaman pribadi. 
lebih enak nuanginnya buat di ceritain... 

penjelasannya... 
bagus banga....... !!!!
tengssss..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dari dulu pengin nulis, tapi kesampaiannya baru lewat diari&#8230;.<br />
pengin si.. dikirim, semua ceritaku tentang pengalaman pribadi.<br />
lebih enak nuanginnya buat di ceritain&#8230; </p>
<p>penjelasannya&#8230;<br />
bagus banga&#8230;&#8230;. !!!!<br />
tengssss..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: janur pakpahan</title>
		<link>http://arifismanto.wordpress.com/2008/12/06/cara-menulis-cerpen/#comment-141</link>
		<dc:creator>janur pakpahan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 05:53:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://arifismanto.wordpress.com/2008/12/06/cara-menulis-cerpen/#comment-141</guid>
		<description>dari dulu aku kepengen menulis tapi semua agan ku itu tidak pernah tercapi. disaat ingin ku mengambil pena dan catatan kecil, semua yang ada di fikiran ku hilang begitu saja. aku sangat salut melihat para sastrawan yang dapat mengungkapkan isi pikirannya ke dalam sebuah tulisan. bahkan pengalaman orang lain pun bisa di deskipsikan ke dalam sebuah tulisan sehingga orang-orang yang minat dengan sastra dapat membacanya. 
Seperti saya gitu lho.........!!!!!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dari dulu aku kepengen menulis tapi semua agan ku itu tidak pernah tercapi. disaat ingin ku mengambil pena dan catatan kecil, semua yang ada di fikiran ku hilang begitu saja. aku sangat salut melihat para sastrawan yang dapat mengungkapkan isi pikirannya ke dalam sebuah tulisan. bahkan pengalaman orang lain pun bisa di deskipsikan ke dalam sebuah tulisan sehingga orang-orang yang minat dengan sastra dapat membacanya.<br />
Seperti saya gitu lho&#8230;&#8230;&#8230;!!!!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agus R aka Kamandaka</title>
		<link>http://arifismanto.wordpress.com/2008/12/06/cara-menulis-cerpen/#comment-132</link>
		<dc:creator>Agus R aka Kamandaka</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 07:01:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://arifismanto.wordpress.com/2008/12/06/cara-menulis-cerpen/#comment-132</guid>
		<description>Wah. luar biasa prima...!

Mas Arif sekarang udah jadi konsultan &quot;menulis&quot;...
Salut.:-)
Pasti Nadia Saphira tambah bangga, hehehe...

Nice post, bro...:-)
Keep writing!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah. luar biasa prima&#8230;!</p>
<p>Mas Arif sekarang udah jadi konsultan &#8220;menulis&#8221;&#8230;<br />
Salut.:-)<br />
Pasti Nadia Saphira tambah bangga, hehehe&#8230;</p>
<p>Nice post, bro&#8230;:-)<br />
Keep writing!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arif</title>
		<link>http://arifismanto.wordpress.com/2008/12/06/cara-menulis-cerpen/#comment-126</link>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 11:47:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://arifismanto.wordpress.com/2008/12/06/cara-menulis-cerpen/#comment-126</guid>
		<description>Untuk mas rumji yang baek dan calon penulis:

Sebenarnya untuk menulis sebuah cerpen itu mudah. Tinggal tulis aja, tanpa perlu memikirkan kurang sempurna atau tidak bagus. Yang penting tulis aja. Seandainya dipikirkan jelek dan bagus maka akan sangat sulit untuk bisa menulis. 

Nanti ada saatnya mengetahui kira-kira bahasa apa yang enak dan bahasa apa yang kurang enak.  Kadang orang jadi males untuk menulis 
karena dibatasi oleh aturan yang dibuat oleh orang lain. Kunci pertama adalah TULIS dan TULIS !!

Tanpa ada aturan ini salah ini betul. Sekarang jamannya kebebasan berekspresi. Tidak ada aturan bahwa ini salah itu salah. Cuma ada garis merahnya bahwa tulisan itu enak dibaca, pembaca senang dan ada maksud yang dikadung di dalamnya sehingga pembaca dapat 
mengambil hikmah atau setidaknya terhibur dengan tulisan kita. 

Itu saja.

Lupakan merangkai kata itu susah. Lupakan kata bahwa menulis itu harus gini lho...harus gini lho..tulisan ini jelek tulisan ini bagus...sudah buang pikiran itu.

Ada sebuah trik sederhana dari seorang penulis hebat yaitu Joe Vittale dia menyarankan untuk menulis itu :
1. Lupakan yang namanya edit
2. Tulis apapun yang ada dipikiran saat itu. All (segalanya)
3. Baru setelah jadi tulisan baru diedit.

Kemudian tentang ide Anda itu, sudah sangat bagus.
Anda sudah menemukan konflik yang terjadi. Bahwa seorang pemuda ketahuan berselingkuh sehingga ditinggal. Itu sudah bagus.

Sekarang kembangkan ide itu menjadi sebuah cerpen yang bagus dengan dijelaskan  siapa orangnya itu? dimana tempatnya? bagaimana 
keadaan lingkungan? Bagaimana keadaan orangtuanya? Kesemuanya itu tinggal dituliskan aja. Mengalir aja...
Apa yang ada dalam pikiran tulis aja.
Kenapa bisa terjadi seperti itu? Kenapa bisa selingkuh? Pastinya ada sebab musababnya dia menjadi selingkuh. Misalnya karena pacarnya 
terlalu overprotektif, apa-apa dilarang, padahal dia masih muda yang kerjanya sebagai fotografer yang kadang harus ketemu dengan 
gadis-gadis lain yang tidak memungkinkan untuk tidak bertemu, eh ternyata si gadis pujaannya cemburu..dibilangin ga mau dan 
sebagainya dan sebagainya....dan tambahin diakhir cerita sebuah kejutan misalnya biasanya cerita itu akan berakhir si gadis akan 
menerima penjelasan si cowok tapi kali ini lain,...ketika si cowo mau meminta maaf eh ternyata si gadis ketahuan juga selingkuh dan 
didepannya lagi..nah lo..kan seru tu ceritanya.

Saran saya kepada mas rumji..
Teruslah menulis dan jangan pernah berhenti untuk menulis. Karena ketika ada berhenti untuk menulis peluang Anda untuk menjadi 
penulis akan semakin kecil. Buatlah karya yang lain daripada yang lain. Karena biasanya itu akan lebih menarik perhatian editor. Buatlah 
cerita yang sangat tidak masuk akal ataupun aneh yang jarang dibuat oleh orang lain.
Jadi keep to write...
Jadikan menulis adalah bagian daripada hidup, bukan semata-mata dikirimkan ke majalah. Dan teruslah mengirimkan, karena pasti suatu 
saat tulisan anda akan dimuat. Atau kalau tidak sabar dan ingin segera dimuat buat aja sebuah blog seperti blog ini. Anda bebas 
menuliskan tulisan tanpa ada yang melarang dan semua dunia mengetahui tulisan Anda. 
Terimakasih. 

Panjang ya..??
Eh ya sebenarnya ini bisa jadi postingan tapi...ga papalah biar nyambung sama pertanyaan diatas...he...he...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mas rumji yang baek dan calon penulis:</p>
<p>Sebenarnya untuk menulis sebuah cerpen itu mudah. Tinggal tulis aja, tanpa perlu memikirkan kurang sempurna atau tidak bagus. Yang penting tulis aja. Seandainya dipikirkan jelek dan bagus maka akan sangat sulit untuk bisa menulis. </p>
<p>Nanti ada saatnya mengetahui kira-kira bahasa apa yang enak dan bahasa apa yang kurang enak.  Kadang orang jadi males untuk menulis<br />
karena dibatasi oleh aturan yang dibuat oleh orang lain. Kunci pertama adalah TULIS dan TULIS !!</p>
<p>Tanpa ada aturan ini salah ini betul. Sekarang jamannya kebebasan berekspresi. Tidak ada aturan bahwa ini salah itu salah. Cuma ada garis merahnya bahwa tulisan itu enak dibaca, pembaca senang dan ada maksud yang dikadung di dalamnya sehingga pembaca dapat<br />
mengambil hikmah atau setidaknya terhibur dengan tulisan kita. </p>
<p>Itu saja.</p>
<p>Lupakan merangkai kata itu susah. Lupakan kata bahwa menulis itu harus gini lho&#8230;harus gini lho..tulisan ini jelek tulisan ini bagus&#8230;sudah buang pikiran itu.</p>
<p>Ada sebuah trik sederhana dari seorang penulis hebat yaitu Joe Vittale dia menyarankan untuk menulis itu :<br />
1. Lupakan yang namanya edit<br />
2. Tulis apapun yang ada dipikiran saat itu. All (segalanya)<br />
3. Baru setelah jadi tulisan baru diedit.</p>
<p>Kemudian tentang ide Anda itu, sudah sangat bagus.<br />
Anda sudah menemukan konflik yang terjadi. Bahwa seorang pemuda ketahuan berselingkuh sehingga ditinggal. Itu sudah bagus.</p>
<p>Sekarang kembangkan ide itu menjadi sebuah cerpen yang bagus dengan dijelaskan  siapa orangnya itu? dimana tempatnya? bagaimana<br />
keadaan lingkungan? Bagaimana keadaan orangtuanya? Kesemuanya itu tinggal dituliskan aja. Mengalir aja&#8230;<br />
Apa yang ada dalam pikiran tulis aja.<br />
Kenapa bisa terjadi seperti itu? Kenapa bisa selingkuh? Pastinya ada sebab musababnya dia menjadi selingkuh. Misalnya karena pacarnya<br />
terlalu overprotektif, apa-apa dilarang, padahal dia masih muda yang kerjanya sebagai fotografer yang kadang harus ketemu dengan<br />
gadis-gadis lain yang tidak memungkinkan untuk tidak bertemu, eh ternyata si gadis pujaannya cemburu..dibilangin ga mau dan<br />
sebagainya dan sebagainya&#8230;.dan tambahin diakhir cerita sebuah kejutan misalnya biasanya cerita itu akan berakhir si gadis akan<br />
menerima penjelasan si cowok tapi kali ini lain,&#8230;ketika si cowo mau meminta maaf eh ternyata si gadis ketahuan juga selingkuh dan<br />
didepannya lagi..nah lo..kan seru tu ceritanya.</p>
<p>Saran saya kepada mas rumji..<br />
Teruslah menulis dan jangan pernah berhenti untuk menulis. Karena ketika ada berhenti untuk menulis peluang Anda untuk menjadi<br />
penulis akan semakin kecil. Buatlah karya yang lain daripada yang lain. Karena biasanya itu akan lebih menarik perhatian editor. Buatlah<br />
cerita yang sangat tidak masuk akal ataupun aneh yang jarang dibuat oleh orang lain.<br />
Jadi keep to write&#8230;<br />
Jadikan menulis adalah bagian daripada hidup, bukan semata-mata dikirimkan ke majalah. Dan teruslah mengirimkan, karena pasti suatu<br />
saat tulisan anda akan dimuat. Atau kalau tidak sabar dan ingin segera dimuat buat aja sebuah blog seperti blog ini. Anda bebas<br />
menuliskan tulisan tanpa ada yang melarang dan semua dunia mengetahui tulisan Anda.<br />
Terimakasih. </p>
<p>Panjang ya..??<br />
Eh ya sebenarnya ini bisa jadi postingan tapi&#8230;ga papalah biar nyambung sama pertanyaan diatas&#8230;he&#8230;he&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rumji</title>
		<link>http://arifismanto.wordpress.com/2008/12/06/cara-menulis-cerpen/#comment-116</link>
		<dc:creator>rumji</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 05:11:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://arifismanto.wordpress.com/2008/12/06/cara-menulis-cerpen/#comment-116</guid>
		<description>Salam kenal dariku.

Banyak buku atau tulisan tentang cara menulis cerpen tapi kurang memberi contoh, utamanya kalimat-kalimat dalam cerpen atau bahasa yang digunakan dalam cerpen. 

Contoh kalimat:
1. Matahari mulai menyembunyikan badannya di ufuk barat
2.Sore menjelang malam
3.Pada saat petang

Kira-kira bahasa/kalimat  mana yang cocok ? Apakah tergantung tempat kita mengirimkan cerpen kita? Apakah koran lokal atau nasional? Apakah koran TEMPO misalnya,  lebih menerima contoh 1 dari 2 atau ada kalimat lain?
Aku banyak membaca tentang cara  mebuat cerpen tapi tak ada satupun memberi contoh cara merangkai kata-kata dari sebuah cerpen yang sudah dimuat di sebuah media cetak. Ide sudah ada. Kerangka bahkan. Tapi merangkai kata-kata yang susah.
Contoh ide/kerangka:
Seorang pemuda yang meninggalkan kekasihnya karena sudah menyeleweng 2 kali. Apalagi penyelewengan kedua dilakukan dengan sobat sang pemuda. Bagaimana mencari kata-kata dan cara merangkai kata-kata itu untuk jadi cerpen  yang layak muat.

Bagusnya  ada tulisan baik lewat buku/media cetak maupun  internet, yang memberi contoh cerpen yang sudah pernah dimuat di Koran Tempo atau Kompas, Majalah Horison, Femina , Media Indonesia dan lain-lain. Dan si penulis menjelaskan sedetil-detilnya cara dia membuat cerpen tersebut. Caranya mendapat ide,membuat kerangka, mencari kata-kata,judul, dan merangkainya menjadi sebuah cerpen yang layak muat di sebuah media massa nasional atau lokal. Bagusnya contohnya juga cerpen jaman kini atau masih tergolong baru.


Apakah kata-kata seperti: lelaki hidung belang, bagai sayur tanpa garam, jauh panggang dari api, mengakhiri masa lajangnya-sudah tidak layak ditulis dalam cerpen jaman sekarang? Apakah kembali tergantung media tempat kita mengirimkan cerpen tersebut?

Apakah bobot sastra sebuah cerpen harus dinilai dengan makin susahnya dimengerti cerpen tersebut, atau karena banyak menggunakan kata-kata susah yang harus dijelaskan lewat catatan kaki atau cari di kamus, maka cerpen itu makin bagus?

Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal dariku.</p>
<p>Banyak buku atau tulisan tentang cara menulis cerpen tapi kurang memberi contoh, utamanya kalimat-kalimat dalam cerpen atau bahasa yang digunakan dalam cerpen. </p>
<p>Contoh kalimat:<br />
1. Matahari mulai menyembunyikan badannya di ufuk barat<br />
2.Sore menjelang malam<br />
3.Pada saat petang</p>
<p>Kira-kira bahasa/kalimat  mana yang cocok ? Apakah tergantung tempat kita mengirimkan cerpen kita? Apakah koran lokal atau nasional? Apakah koran TEMPO misalnya,  lebih menerima contoh 1 dari 2 atau ada kalimat lain?<br />
Aku banyak membaca tentang cara  mebuat cerpen tapi tak ada satupun memberi contoh cara merangkai kata-kata dari sebuah cerpen yang sudah dimuat di sebuah media cetak. Ide sudah ada. Kerangka bahkan. Tapi merangkai kata-kata yang susah.<br />
Contoh ide/kerangka:<br />
Seorang pemuda yang meninggalkan kekasihnya karena sudah menyeleweng 2 kali. Apalagi penyelewengan kedua dilakukan dengan sobat sang pemuda. Bagaimana mencari kata-kata dan cara merangkai kata-kata itu untuk jadi cerpen  yang layak muat.</p>
<p>Bagusnya  ada tulisan baik lewat buku/media cetak maupun  internet, yang memberi contoh cerpen yang sudah pernah dimuat di Koran Tempo atau Kompas, Majalah Horison, Femina , Media Indonesia dan lain-lain. Dan si penulis menjelaskan sedetil-detilnya cara dia membuat cerpen tersebut. Caranya mendapat ide,membuat kerangka, mencari kata-kata,judul, dan merangkainya menjadi sebuah cerpen yang layak muat di sebuah media massa nasional atau lokal. Bagusnya contohnya juga cerpen jaman kini atau masih tergolong baru.</p>
<p>Apakah kata-kata seperti: lelaki hidung belang, bagai sayur tanpa garam, jauh panggang dari api, mengakhiri masa lajangnya-sudah tidak layak ditulis dalam cerpen jaman sekarang? Apakah kembali tergantung media tempat kita mengirimkan cerpen tersebut?</p>
<p>Apakah bobot sastra sebuah cerpen harus dinilai dengan makin susahnya dimengerti cerpen tersebut, atau karena banyak menggunakan kata-kata susah yang harus dijelaskan lewat catatan kaki atau cari di kamus, maka cerpen itu makin bagus?</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
