AFFIRMASI PIKIRAN

courtesy=adweek.com

courtesy=adweek.com

Pikiran adalah pusat segala aktivitas. Dari pikiran bersumber segala ide dan kreatifitas. Dari pikiran, yang bisa membuat segalanya menjadi lebih bermakna. Dari pikiran ini pula kebahagiaan dan kesedihan berasal.
Orang akan mengatakan bahwa dia bahagia jika pikirannya bahagia. Dan orang akan mengatakan sedih jika pikirannya sedang sedih.
Sebagai contoh sederhana adalah seumpamanya suatu ketika jari telunjuk tangan Anda terluka oleh pisau. Berdarah. Anda pasti merasakan sakit yang luar biasa. “Aduh…perih” begitu reaksi pertama


Dari kejadian tergores itu Anda bisa merasakan menjadi dua bagian. Dengan cara pikiran sedih dan dengan cara pikiran bahagia. Dengan cara yang pertama adalah cara yang orang umum lakukan. Merasakan sakit dari sebuah musibah. Pikiran yang keluar adalah tangan halusnya berdarah…. sakit dan sial. Kenapa tangan ku tergores, uh…..kurang ajar. Sial !! Padahal mau digunakan untuk acara main gitar. Sehingga jadi ga tidak bisa” Begitulah segala alasan dan penyesalan menyertai yang ada. Satu kata yang menyertainya adalah penderitaan terus….
Namun disatu sisi Anda pun bisa melihat dengan sudut pandang yang berbeda. Dari sudut positif. Dari sudut bahwa tergores itu adalah sebuah pelajaran. Tidak memikirkan sakitnya. Dan memang tidak terlalu sakit. Masih untung hanya jari telunjuk, coba kalau semuanya tergores. Masih untung hanya satu, masih ada 9 jari tersisa yang sehat. Sehingga pikirannya mengatakan biasa aja dan enjoy aja.
Jadi kebahagiaan bersumber pada pikiran yang kemudian menjadi sebuah kepercayaan. Dweck (2006) dalam bukunya ‘Change your Mindset Change your life” mengatakan bahwa kepercayaan dalam diri manusia sekalipun itu kecil dapat memiliki pengaruh yang sangat mendalam.
Jika pikiran bahagia dan positif thingking dari segala kejadian maka akan berpengaruh pula pada hal yang terjadi di lingkungan. Demikian pula sebaliknya kalau pikiran mengatakan banyak musibah, maka akan merasakan seperti yang dipikirkannya.

Leave a Reply