(Studi kasus)
Rina pulang sekolah dengan wajah lesu. Ibunya yang melihat perubahan pada wajah Rina kemudian menanyakan. Rina saat itu dukuk di bangku kelas 3 SMA. Masa-masa yang krusial untuk menentukan arah hidupnya. Dimanakah arah pilihan kuliahnya nanti.Ditelusuri ternyata ada ketidakcocokan antara dirinya dengan pilihan orang tuanya. Orang tuanya menginginkan Rina menjadi dokter sedangkan dirinya mengininkan dia kuliah yang membuat dia bisa menjadi presenter tv. Rasanya senang dan bangga wajahnya bisa muncul di Tv tiap hari. Tapi masalahnya adalah nilai dia tidak mencukupi dan tidak bisa ikut program kuliah tanpa tes dari sekolahnya. Jadi sedih deh……
=============================================
Bagaimana mengatasi krisis seperti itu dalam keluarga?
Kuliah adalah jembatan menuju sukses ke depan. Namun tidak sedikit yang gagal dalam kuliah. Gagal dalam artian dia tidak merasa cocok dengan keinginannya dan merasa tersingkirkan dan ada pula yang susah dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang diinginkannya.
Maka menentukan sebuah tempat kuliah ke depan menjadi sangat penting dan krusial banget. Namun kadang orang tua dan anak tidak klop dan sepadan pikirannya. Orang tua menginginkan kuliah yang enak dalam pandangannya sementara anak juga melihat kuliah yang sesuai pula. Bukan salah orang tua memilihkan jurusan buat anak, namun harus dipahami pula bahwa jurusan itu disesuaikan dengan minat dan keinginan sang anak sendiri.
Kalau saja sedari kecil sang anak tidak biasa tidak terlihat menyukai bidang dokter apalagi anaknya sendiri takut darah janganlah memaksakan diri anaknya untuk masuk ke kedokteran. Ini sama saja membunuh kreatifitas dan jiwa anak.
Perlu digaris bawahi bahwa pemilihan jurusan ini harus didasarkan atas kemampuan dan daya minat anak. Jangan sampai pemilihan ini karena azaz latah semata. Si A tetangganya memasukkan dia ke jurusan teknik elektro, kemudian dengan serta merta memasukkan pula anaknya ke jurusan yang sama. Inilah yang sering terjadi. Dan ini salah.
Sebagai orang tua haruslah arif dan bijaksana dalam menilai dan mengkira-kira jurusan apa yang sesuai dengan anaknya. Tanyakan dengan baik-baik pilihan dia dan keinginan sang anak. Dan pertimbangkan pula kebiasaan anak sejak kecil. Karena kebiasaan sejak kecil inilah yang sebetulnya bakat bawaan dari anak. Sekarang yang terpenting adalah pandai-pandainya orang tua dalam mendidik anak dan menilai bakat dan kesukaan bawaan sang anak.
Filed under: pendidikan | Tagged: bingung kuliah




saat memilih kuliah seharusnya juga liat kondisi keluarga seperti apa dan prospek yang di hasilkan ke depannya seperti apa